Tampilkan postingan dengan label Laporan Praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Praktikum. Tampilkan semua postingan

11/03/13

Praktikum Biologi Difusi dan Osmosis


Berikut ini adalah laporan biologi tentang difusi dan osmosis, semoga bermanfaat :)

Kata Pengantar
            Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini. Penulisan laporan ini adalah salah satu usaha kami untuk memenuhi kriteria penilaian.
            Dalam penulisan laporan praktikum ini, mohon maaf bila kami masih banyak kekurangan. Untuk itu, kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran.
            Kami mau mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sintia, Ibu Demak, Ibu Ina, dan semua pihak yang telah membantu hingga laporan ini terselesaikan.
            Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.
Abstrak
            Praktikum kali ini kami lakukan percobaan tentang osmosis dan difusi. Telah kita ketahui bahwa osmosis adalah perpindahan konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi dan difusi adalah perpindahan konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. Kami melakukan percobaan pada kentang untuk difusi dan telur bebek untuk osmosis. Pada percobaan kentang, telah kita ketahui bahwa massa kentang yang di rendam di dalam air aquades bertambah, sedangkan massa yang di rendam dalam air gula berkurang. Hal ini diakibatkan oleh besarnya konsentrasi molekul yang berada dalam larutan gula, dari pada konsentrasi yang berada dalam sel kentang. Sehingga, konsentrasi yang lebih besar menarik molekul keluar dalam sel kentang sehingga berat kentang menjadi berkurang. Pada percobaan telur bebek, setelah telur bebek kita selimuti dengan adonan abu gosok dan garam, dan kita diami selama 3 minggu, maka telur bebek ini jika kita rebus, akan berasa asin. Hal ini di sebabkan oleh berpindahnya garan ke dalam telur asin. Jadi, dalam percobaan kali ini kita dapat belajar tentang osmosis dan difusi dalam kehidupan sehari-hari.

Bab 1 : Pendahuluan
a.      Latar Belakang
Transpor zat melalui membran dibedakan atas 2 (dua), yaitu transpor zat yangmemerlukan energi (transpor aktif) dan transpor yang tidak memerlukan energi (transporpasif). Transpor aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapuntranspor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.

1.      Difusi
Merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ketempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak.Contohnya : perpindahan oksigen (O2) dari paru-paru ke dalam darah.

2.      Osmosi
Merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut(air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yangberkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel. Contohnya : Masuknya air ke dalam sel-sel akar.

3.      Difusi Terbantu
Difusi terbantu adalah difusi yang memerlukan bantuan protein. Contohnya : perpindahan bakteri Escherichia Coli ke medium yang mengandung laktosa.

b.      Hipotesis
Seperti yang dikatakan oleh teori difusi dan osmosis, kita melakukan 2 percobaan. Percobaan difusi pada kentang dan percobaan osmosis pada telur bebek.
Dalam percobaan difusi, kita akan melihat perpindahan dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. Kita melakukan percobaan ini pada kentang yang sudah dipotong 1 x 1 cm sebanyak 6 buah. 3 kentang dimasukan ke dalam larutan air, dan 3 kentang lagi dimasukan ke dalam larutan gula. Hipotesis kami, bahwa kentang yang di masukan ke dalam air, beratnya akan bertambah dan ukurannya juga akan membesar. Jika kentang yang dimasukan ke dalam larutan gula, beratnya akan berkurang dan ukurannya akan menciut atau bisa kita bilang mengecil.
Dalam percobaan osmosis, kita akan melihat perpindahan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dan yang berpindah adalah zat terlarut. Kita melakukan percobaan ini pada telur bebek yang akan kita ubah menjadi telur asin. Terlur tersebut kami bungkus dengan campuran abu gosok dan garam dan kami diami selama beberapa minggu. Hipotesis kami, telur tersebut akan menjadi asin karena adanya perpindahan zat dari luar ke dalam.

c.       Tujuan Percobaan
Kami melakukan percobaan ini karena kami ingin mengamati dan mengetahui lebih dalam tentang osmosis dan difusi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain dapat menambah pengetahuan kami, kami juga ingin memenuhi kriteria penilaian.

d.      Tinjauan Literatur
1.      Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitudifusi sederhana (simple difusion),d ifusi melalui saluran yang terbentuk oleh proteintransmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Difusimelalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melaluimembran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membransecara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid,vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbransel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapamolekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membranmelalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam poridengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameterpori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul  molekul berukuran besar seperti asamamino, glukosa, dan beberapa garam  garam mineral , tidak dapat menembus membrane secaralangsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembusmembrane. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan difusidifasilitasi, yaitu pelaluan zat melalui rnembran plasrna yang melibatkan protein pembawa atauprotein transforter. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempatperlekatan terhadap ion atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ionmemiliki protein transforter yang khusus, misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosadiperlukan protein transforter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel. Proteintransporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel lemak dan sel-sel hati, karena sel - sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energy. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitua. Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak,sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.b. Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.c. Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.d. Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.e. Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat.Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.Dalam mengambil zat-zat nutrisi yang penting dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan, selmelakukan berbagai jenis aktivitas, dan salah satunya adalah difusi. Ada dua jenis difusi yangdilakukan, yaitu difusi biasa dan difusi khusus.Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophobic atau tidakberpolar / berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuatdari phospholipids. Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP(Adenosine Tri-Phosphate).Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophilic atauberpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur kepadapartikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karenapartikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma dengan mudah. Protein-proteinyang turut campur dalam difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.

2.      Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).

Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan (Anonim, 2009).

Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbultekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak berperan dalam menegakkan tumbuhan yang tidak berkayu (Salisbury, 1995).

Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensi rendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.Jika dijelaskan sebagai konsep termodinamika, osmosis dapat dianalogikan sebagai proses perubahan entrropi. Komponen solvent murni memiliki entropi rendah, sedangkan komponen berkandunagn solut tinggi memiliki entropi yg tinggi juga. Mengikuti Hukum Termo II: setiap perubahan yang terjadi selalu menuju kondisi entropi maksimum, maka solvent akan mengalir menuju tempat yg mengandung solut lebih banyak, sehingga total entropi akhir yang diperoleh akan maksimum.Solvent akan kehilangan entropi, dan solut akan menyerap entropi. "Orang miskin akan semakin miskin, sedang yang kaya akan semakin kaya". Saat kesetimbangan tercapai, entropi akan maksimum, atau gradien (perubahan entropi terhadap waktu) = 0. Ingat: pada titik ekstrim, dS/dt = 0 (Wibosono, 2009).

Bab 2 : Prosedur
a.      Alat dan Bahan
Diffusi:
·         6 buah kentang
·         1 neraca
·         1 beaker glass 80/100 ml
·         1 beaker glass 400/500 ml
·         Gula 
Osmosis:
·         Telur bebek
·         Garam
·         Abu gosok
·         Amplas halus
·         Wadah (optional) 

b.      Cara Kerja
Ø  Osmosis
1.      Masukkan air kedalam kedua beaker glass
2.      Timbang Gula
3.      Berat gula dan air harus sama (ratio 1:1) (Berat beaker tidak dihitung)
4.      Masukkan air gula ke dalam beaker glass yang pertama
5.      Masukkan kentang yang sudah di potong berbentuk dadu 1 x 1 cm ke dalam kedua beaker glass
6.      Amati kedua beaker glass tersebut

Ø  Difusi
1.       Cuci telur dengan baik  
2.       Keringkan telur
3.       Amplas telur (untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel di telur)
4.       Campur garam dengan abu gosok dengan perbandingan 1 : 1
5.       Lapiskan adonan tersebut ke telur yang sudah di amplas dengan ketebalan 1 cm
6.       Jaga keadaan telur agar tetap didalam keadaan lembab
7.       Tunggu selama 3 minggu

Bab 3 : Hasil dan Pembahasan
1.      Osmosis
Data selama percobaan: 
Massa air : 40 gram
Massa gula: 40 gram
No
Bahan
Berat Sebelum
Berat Sesudah
Hasil
1.
Air Aquades
1,7 gram
Total =
5,9 gram
Berat bertambah 0,3 gram

2.
Air Aquades
2,1 gram
3.
Air Aquades
1,8 gram
4.
Air Gula
3,9 gram
Total =
6.1 gram
Berat berkurang 1,2 gram
5.
Air Gula
2,2 gram
6.
Air Gula
1,2 gram

Jadi, kentang yang direndam dalam air gula beratnya menjadi berkurang. Hal ini diakibatkan oleh besarnya konsentrasi molekul yang berada dalam larutan gula, dari pada konsentrasi yang berada dalam sel kentang. Sehingga, konsentrasi yang lebih besar menarik molekul keluar dalam sel kentang sehingga berat kentang menjadi berkurang. Demikian juga sebaliknya yang terjadi pada air aquades.
2.      Difusi
Telur yang sudah didiamkan kurang lebih 3 minggu , setelah di rebus dan di makan, rasanya sangat asin. Hal itu di sebabkan karena berpindahnya molekul garam ke dalam telur, sehingga telur itu rasanya akan asin dan kuning telurnya adakan mengeluarkan minyak.

Kesimpulan
Dalam praktikum kali ini, kita dapat mengetahui lebih dalam tentang osmosis dan difusi. Pada percobaan ketang (osmosis) berat kentang ada yang bertambah dan berkurang. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan konsentrasi zat. Sedangkan pada percobaan telur bebek, kita ketahui bahwa abu garam menyebabkan telur bebek menjadi asin dan jika di rebus dapat mengelurakan minyak. Hal ini di sebabkan perpindahan garam (konsentrasi tinggi) ke dalam telur.

Praktikum Biologi Peredaran Darah


 Ini laporanku sewaktu kelas XI dulu.. semoga bermanfaat yaa!

Kata Pengantar
            Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini. Penulisan laporan ini adalah salah satu usaha kami untuk memenuhi kriteria penilaian.
            Dalam penulisan laporan praktikum ini, mohon maaf bila kami masih banyak kekurangan. Untuk itu, kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran.
            Kami mau mengucapkan terima kasih kepada Ibu Shintia, Ibu Demak dan semua pihak yang telah membantu hingga laporan ini terselesaikan.
            Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.      

Abstrak
Pada percobaan biologi pada hari ini, kami diberi kesempatan untuk melakukan percobaan yang berhubungan dengan peredaran darah. Berikut adalah keempat percobaan yang telah kami lakukan.
Percobaan yang pertama adalah tes golongan darah. Pertama, siapkan jarum untuk mengeluarkan sedikit darah dari ujung jari. Tekan ujung jari agar darah berkumpul diujung jari. Setelah siap, tusukkan, lalu darah akan mengalir keluar dengan sendirinya. Teteskan darah pada 3 kaca preparat. Teteskan sampel 1 dengan antigen A, sampel 2 dengan antigen B, dansampel 3 dengan antigen AB. Setiap perubahan setelah diaduk dengan tusuk gigi yang bersih akan dicatat. Jika ada 4 orang yang ingin diuji darahnya maka ulangi langkah diatas sebanyak 4 kali.
Percobaan yang kedua adalah melihat keeping darah. Pertama, tusukkan jarum yang telah disiapkan keujung jari. Setelah darah keluar teteskan pada kaca preparat. Teteskan beberapa tetes larutan NaCl fisiologis agar sel darah tidak pecah atau mengkerut. Setelahnya amati dibawah mikroskop. Bentuk dari sel darah akan dicatat dan digambar.
Percobaan yang ketiga adalah mengukur denyut jantung. Pertama-tama ukur denyut jantung salah satu orang per menitnya. Lalu orang itu berlari sesaat. Setelah itu ukur kembali denyut jantungnya. Data denyut jantung sebelum dan sesudah berlari akan dicatat.
Percobaan yang keempat adalah mengukur tekanan darah. Alat yang diperlukan adalah stetoskop dan sphygmomanometer. Pertama orang yang akan dites harus duduk tegak dengan tangan terlentang dimeja yang tingginya kurang lebih setinggi dada. Kemudian stetoskop diletakkan diatas sendi dalam, dibawah otot bisep, dan dililit oleh kain dari sphygmomanometer. Setelah semuanya siap, pompa kain tersebut sehingga kain akan menggembung. Saat tekanan sudah mencapai 200, keluarkan angin secara perlahan. Perhatikan saat tekanan sedang turun. Jika ada hentakkan, maka tekanan dimana hentakkan itu berada akan dicatat. Lalu hentakkan yang kedua juga akan dicatat. Hentakkan yang pertama disebut sistole dan yang kedua disebut diastole.

 
Bab 1 : Pendahuluan
a.     Latar Belakang
Setiap manusia memiliki golongan darah yang berbeda – beda. Ada yang bergolongan darah A , B , AB dan O. Mengetahui golongan darah mempunyai beberapa manfaat yang sangat penting. Misalnya dalam keadaan genting, tiba – tiba kita membutuhkan darah maka kita tidak perlu repot – repot karena kita sudah mengetahuinya. Golongan darah tersebut dapat diketahui melalui tes golongan darah. Selain itu, setiap orang juga memiliki waktu koagulan atau waktu pembekuan darah yang berbeda – beda, ada yang cepat dan ada yang lambat. Dan setiap orang juga memiliki tensi yang berbeda – beda pula. Tensi manusia dewasa yang normal adalah 120/80. dalam percobaan kali ini kita akan mencoba untuk mengetahui itu semua yaitu mengetahui golongan darah, waktu koagulan dan tensi.

b.     Hipotesis
Darah yang bergolongan A akan menggumpal jika ditetesi anti A, darah bergolongan B akan menggumpal jika ditetesi anti B, darah bergolongan AB akan menggumpal jika ditetesi anti A dan anti B, dan darah bergolongan O tidak akan menggumpal jika ditetesi anti A maupun anti B.
Tensi atau tekanan darah manusia akan normal apabila diastolnya 120 dan sistol 80. Bila sesudah keadaan lompat atau lari denyut nadinya akan lebih cepat dari biasanya.

c.      Tujuan Percobaan
-         Mengetahui golongan darah dan cara mengetahuinya.
-         Mengetahui tensi darah.
-          Mengetahui diastol dan sistolnya
-          Mengamati denyut nadi seseorang sesudah dan sebelum lari

d.     Tinjauan Literatur
Darah adalah unit fungsional seluler pada manusia yang berperan untuk membantu proses fisiologi. Darah terdiri dari dua komponen yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah yang ada pada darah sekitar 55% dari jumlah darah dalam tubuh manusia, sedangkan sel-sel darah ada pada darah sekitar 45%. Sel-sel darah dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu erythrocyt, leucocyt, dan trombocyt yang berperan dalam pembekuan darah.
Membran eritrosit mengandung dua antigen, yaitu tipe-A dan tipe-B. Antigen ini disebut aglutinogen. Sebaliknya, antibodi yang terdapat dalam plasma akan bereaksi spesifik terhadap antigen tipe-A atau tipe-B yang dapat menyebabkan aglutinasi(penggumpalan) eritrosit. Antibodi plasma yang menyebabkan penggumpalan aglutinogen disebut aglutinin. Ada dua macam aglutinin, yaitu aglutinin-a (zat anti-A) dan aglutinin-b(zat anti B).
Aglutinogen-A memiliki enzim glikosil transferase yang mengandung asetil glukosamin pada rangka glikoproteinnya. Sedangkan aglutinogen-B mengandung enzim galaktosa pada rangka glikoproteinnya. Ahli imunologi (ilmu kekebalan tubuh) kebangsaan Austria bernama Karl Landsteiner (1868-1943) mengelompokan golongan darah manusia. Berdasarkan ada atau tidaknya aglutinogen, golongan darah dikelompokan menjadi :
-     Golongan darah A, yaitu jika eritrosit mengandung aglutinogen-A dan aglutinin-b dalam plasma darah.
-    Golongan darah B, yaitu jika eritrosit mengandung aglutinogen-B dan aglutinin-a dalam plasma darah.
-    Golongan darah AB, yaitu jika eritrosit mengandung glutinogen-A dan B, dan plasma darah tidak memiliki aglutinin.
-     Golongan darah O, yaitu jika eritrosit tidak memiliki aglutinogen-A dan B, dan plasma darah memiliki aglutinin-a dan b.
Trombosit adalah bagian sel darah yang berperan dalam pembekuan darah. Jika jaringan  tubuh terlua, trombosit pada permukaan akan pecah dam mengeluarkan enzim trombokinase. Enzim trombokinase akan mengubah protobin menjadi trombin dengan bantuan ion Ca2+. Trombin adalah sebuah enzim yang mengkatalis perubahan fibrinogen (protein plasma yang dapat larut dalam plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak dapat larut dalam plasma darah). Pembentukkan benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup.
Eritrosit normal berbentuk cakram bikonkaf dan tidak memiliki nukleus. Bentuk eritrosit sebenarnya dapat berubah-ubah, seperti ketika sel-sel tersebut beredar melewati kapiler-kapiler.  Jumlah sel darah merah ini bervariasi pada kedua jenis kelamin dan pada perbedaan umur. Pembentukan eritrosit disebut juga eritropoiesis. Eritropoiesis terjadi di sumsum tulang. Pembentukkannya diatur oleh hormon glikoprotein yang disebut dengan eritropoietin. Jangka hidurp eritrosit kira-kira 120 hari. Eritrosit yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan limpa. Untuk menghitung jumlah eritrosit pada tubuh seseorang maka dapat dengan cara menghitung 8% dari berat badan orang itu.
Transfusi darah adalah pemberian darah seseorang kepada orang lain. Orang yang berperan sebagai pemberi darah disebut dengan donor. Orang yang menerima darah disebut resipien. Golongan darah AB merupakan resipien universal karena dapat menerima semua jenis golongan darah. Sebaliknya, golongan darah O adalah donor universal karena dapat ditranfusikan kepada semua jenis golongan darah. Alasan terbanyak melakukan transfusi darah adalah karena penurunan volume darah dan untuk memberi resipien beberapa unsur dari darah yang dibutuhkan.

 Bab 2 : Prosedur
Percobaan yang pertama adalah tes golongan darah. Pertama, siapkan jarum untuk mengeluarkan sedikit darah dari ujung jari. Tekan ujung jari agar darah berkumpul diujung jari. Setelah siap, tusukkan, lalu darah akan mengalir keluar dengan sendirinya. Teteskan darah pada 3 kaca preparat. Teteskan sampel 1 dengan antigen A, sampel 2 dengan antigen B, dansampel 3 dengan antigen AB. Setiap perubahan setelah diaduk dengan tusuk gigi yang bersih akan dicatat. Jika ada 4 orang yang ingin diuji darahnya maka ulangi langkah diatas sebanyak 4 kali.
Percobaan yang kedua adalah melihat keeping darah. Pertama, tusukkan jarum yang telah disiapkan keujung jari. Setelah darah keluar teteskan pada kaca preparat. Teteskan beberapa tetes larutan NaCl fisiologis agar sel darah tidak pecah atau mengkerut. Setelahnya amati dibawah mikroskop. Bentuk dari sel darah akan dicatat dan digambar.
Percobaan yang ketiga adalah mengukur denyut jantung. Pertama-tama ukur denyut jantung salah satu orang per menitnya. Lalu orang itu berlari sesaat. Setelah itu ukur kembali denyut jantungnya. Data denyut jantung sebelum dan sesudah berlari akan dicatat.
Percobaan yang keempat adalah mengukur tekanan darah. Alat yang diperlukan adalah stetoskop dan sphygmomanometer. Pertama orang yang akan dites harus duduk tegak dengan tangan terlentang dimeja yang tingginya kurang lebih setinggi dada. Kemudian stetoskop diletakkan diatas sendi dalam, dibawah otot bisep, dan dililit oleh kain dari sphygmomanometer. Setelah semuanya siap, pompa kain tersebut sehingga kain akan menggembung. Saat tekanan sudah mencapai 200, keluarkan angin secara perlahan. Perhatikan saat tekanan sedang turun. Jika ada hentakkan, maka tekanan dimana hentakkan itu berada akan dicatat. Lalu hentakkan yang kedua juga akan dicatat. Hentakkan yang pertama disebut sistole dan yang kedua disebut diastole.

Alat dan Bahan
Untuk percobaan pertama dibutuhkan kacapreparat, jarum kecil, dan sistesis protein antigen A, B, dan AB. Pada percobaan kedua yang dibutuhkan adalah kaca preparat, cover glass, mikroskop, dan larutan NaCl fisiologis. Percobaan ketiga membutuhkan stopwatch. Percobaan keempat membutuhkan stetoskop dan sphygmomanometer.

Bab 3 : Hasil dan Pembahasan         
Hasil dari percobaan pertama, mengenai tes golongan darah adalah diketahuinya golongan darah masing-masing orang yang telah dites. Jika orang bergolongan darah A, jika diteteskan antigen A dan AB, darah akan menggumpal.  Jika golongan darahnya B, jika diteteskan antigen B dan AB , darah akan menggumpal. Jika golongan darahnya O maka darah tidak akan menggumpal walaupun diteteskan seluruh jenis antigen. Jika darah bergolongan AB maka darah akan menggumpal terhadap seluruh jenis antigen. Data dari percobaan ini tertera sebagai berikut.
No.
Nama
Anti A
Anti B
Anti AB
Golongan
1.
Jonathan E
-
-
-
O
2.
Ray
-
+
+
B
3.
Filene
+
-
+
A

Keterangan:       -  : Tidak menggumpal
                          + : Menggumpal
Darah bergolongan A akan menggumpal jika diberi antigen A dan AB karena antigen A akan mengenali sel darah bergolongan A sebagai musuh sehingga sifatnya saling menghancurkan dan tidak dapat bersatu. Maka sel darah bergolongan A akan rusak jika bertemu antigen A. Demikian pula halnya dengan sel darah bergolongan B. Jika sel darah B bertemu dengan antigen B atau AB maka antigen B akan menyerang sel darah B dan terjadilah penggumpalan. Golongan darah AB menggupal jika diberi antigen A, B, dan AB karena sel darah bergolongan AB memiliki karakteristik sel darah A dan B maka sel darah AB akan menggumpal jika diberi antigen jenis apapun. Golongan darah O tidak akan menggumpal jika diberi antigen apapun karena golongan darah O tidak memiliki antigen. Golongan darah A memiliki antigen B dan golongan darah B memiliki antigen A, sedangkan golongan darah O tidak memiliki antigen sehingga jika bertemu dengan golongan darah apapun dengan antigen apapun, tidak akan terjadi penggumpalan. Golongan darah O sering disebut resepien universal karena sifat ini.
Hasil dari percobaan kedua adalah terlihatnya sel darah merah. Bentuk dari sel darah itu sendiri adalah seperti ban, dengan bagian tengah yang lebih tipis. Eritrosit atau sel darah merah dapat terlihat dengan perbesaran 40x. Guna larutan NaCl fisiologis dalam percobaan ini adalah membuat sel darah tidak rusak, pecah maupun mengkerut. Larutan NaCl fisiologis memiliki kandungan garam yang mirip dengan plasma darah yang ada didalam tubuh manusia. Hal ini membuat sel darah tetap dalam keadaan prima untuk diamati. Berikut ini adalah gambar dari eritrosit yang diamati.
Hasil dari percobaan ketiga yang merupakan tes pengukuran denyut jantung adalah diketahui bahwa adanya kenaikan denyut jantung saat sebelum dan sesudah berlari. Ini disebabkan karena saat badan manusia yang melakukan aktifitas berat seperti berolahraga, jantung akan mempercepat denyutnya agar oksigen dan nutrisi makanan yang dibawa oleh darah akan lebih cepat sampai pada organ atau jaringan yang dituju. Berikut adalah data dari denyut jantung sebelum dan sesudah berlari.
Sebelum berlari                : 92 denyut/menit
Setelah berlari                   : 152 denyut/menit

Hasil dari percobaan keempat yaitu tes tekanan darah adalah sebagai berikut.
No.
Nama
Sistole
Diastole
1.
Jonathan E
120
90
2.
Ray
120
90
3.
Filene
110
70

Hentakkan pertama dinamakan sistole dan hentakan kedua disebut diastole. Hentakan disini dimaksudkan adalah bunyi denyut jantung. Berikut adalah batas atas tekanan darah seseorang :
No.

Sistole
Diastole
1.
Dewasa
120
80
2.
Tua
140
90
3.
Batas maksimal laki-laki
200
100
4.
Batas maksimal wanita
180
100




            
Jika seseorang memiliki tekanan darah diatas data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut memiliki penyakit darah tinggi. Jika seseorang memiliki tekanan darah rendah, maka sistolenya : <90 dan diastolenya : <60.

Kesimpulan
            Jadi, dalam praktikum kali ini, kami belajar tentang cara mengindentifikasi golongan darah dengan menggunakan antigen, mengetahui bentuk kepingan darah menggunakan NaCl fisiologis, membedakan denyut jantung setelah dan sebelum berlari, dan mengetahui tekanan darah tiap masing-masing anggota kelompok.