02/04/13

Laporan Biologi Flu Babi dan Influenza


Pembuka
            Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organism biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat berproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel mahluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk berproduksi sendiri.
            Pada bahasan ini, kelompok kami akan membahas tentang 2 jenis virus, yaitu flu babi (H1N1) dan influenza. Virus-virus ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena flu babi juga termasuk influenza. Baik, inilah hasil laporan dari kelompok kami.

 
FLU BABI
     A.   Sejarah Penyakit
Flu babi pertama kali diisolasi dari seekor babi yang terinfeksi pada tahun 1930 di Amerika Serikat. Pada perkembangannya, penyakit ini dapat berpindah ke manusia terutama menyerang mereka dekat dengan babi. Pada tahun 2009, di Meksiko muncul varian baru yang pertama kali menyerang manusia. Varian baru ini dikenal dengan nama virus H1N1 yang merupakan singkatan dari dua antigen utama virus yaitu hemagglutinin tipe 1 dan neuraminidase tipe 1.

     B.   Pengertian
Flu babi merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini sebenarnya jamak menyerang ternak babi, namun kini telah mengalami perubahan yang drastis dan mampu untuk menginfeksi manusia. Gejala yang timbul pada manusia pun mirip dengan apa yang terjadi pada babi.

     C.    Penularan
Orang yang menderita flu babi menurut para ahli akan tetap menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan penyakitnya sampai gejala flu benar benar hilang. Anak anak khususnya balita memiliki potensi waktu penularan yang lebih panjang. Jika pasien di rawat di rumah maka dianjurkan untuk tidak keluar rumah dahulu sampai penyakit yang diderita benar benar sembuh kecuali yang bersangkutan segera ke dokter atau ke rumah sakit.
D.   Pencegahan
Cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus flu babi pada prinsipnya sama dengan cara mencegah penularan virus influenza yang lain yaitu vaksinasi. Sayangnya vaksin untuk flu babi sampai saat ini belum ditemukan. Cara lain untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan meminimalisir kontak dengan virus seperti mencuci tangan sesering mungkin, jangan menyentuh wajah anda terutama hidung dan mulut serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang menderita flu. Pencegahan penularan juga bisa dilakukan oleh mereka yang telah terinfeksi dengan cara : menghindari keramaian dan selalu tinggal di rumah. Jangan bekerja dan bersekolah dahulu sampai keadaan membaik. Hindari bersin, batuk dan berbicara terlalu dekat dengan orang lain.

E.    Pengobatan
Berdasarkan pernyataan dari Badan kesehatan dunia (WHO), bahwa cara mengobati flu babi atau cara menyembuhkan flu babi (virus flu A H1N1) tidak memerlukan obat anti virus Tamiflu ataupun Relenza untuk memulihkan kondisinya. Petugas kesehatan WHO, menyatakan sebagian besar pasien dapat pulih kembali hanya dengan beristirahat dan mengkonsumsi cairan. Dia juga menegaskan tidak perlu memberikan obat antivirus kepada semua orang yang menampakkan gejala flu. Petugas kesehatan WHO, menyatakan bahwa PBB akan segera mempublikasikan panduan baru mengenai cara merawat pasien penderita flu babi. Menurutnya akan lebih baik jika obat disimpan untuk wanita hamil dan pasien dengan kondisi khusus seperti pasien yang memiliki penyakit jantung atau diabetes.

     F.    Dampak
Dampak akibat dari penyakit flu babi ini banyak sekali diantaranya:
1. Mengurangi penjualan penjualan daging babi
2. Peternak babi mulai kawatir dan resah
3. Reataurant masakan babi mulai terancam
4. Menimbulkan keresahan di masyarakat

INFLUENZA
    A.   Sejarah Penyakit
Kata influenza berasal dari bahasa Italia yang berarti “pengaruh” hal ini merujuk pada penyebab penyakit; pada awalnya penyakit ini disebutkan disebabkan oleh pengaruh astrologis yang kurang baik. Kata influenza pertama kali dipergunakan dalam bahasa Inggris untuk menyebut penyakit yang kita ketahui saat ini.

     B.   Pengertian
Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA, yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.
Jenis-jenis virus influenza :
-          H1N1, yang menimbulkan Flu Spanyol pada tahun 1918, dan Flu Babi pada tahun 2009
-          H2N2, yang menimbulkan Flu Asia pada tahun 1957
-          H3N2, yang menimbulkan Flu Hongkong pada tahun 1968
-          H5N1, yang menimbulkan Flu Burung pada tahun 2004
-          H7N7, yang memiliki potensi zoonotik yang tidak biasa.
-          H1N2, endemik pada manusia, babi, dan unggas.
  
Ada 3 tipe virus influenza :
-         Influenza A : Virus tipe A merupakan patogen manusia paling virulen di antara ketiga tipe influenza dan menimbulkan penyakit yang paling berat.
-         Influenza B : Virus tipe B hampir secara eksklusif hanya menyerang manusia dan lebih jarang dibandingkan dengan influenza A
-          Influenza C : Virus influenza C, yang menginfeksi manusia, anjing, dan babi, kadangkala menimbulkan penyakit yang berat dan epidemi lokal.

     C.    Gejala
Gejala influenza dapat dimulai dengan cepat, satu sampai dua hari setelah infeksi. Biasanya gejala pertama adalah menggigil atau perasaan dingin, namun demam juga sering terjadi pada awal infeksi, dengan temperatur tubuh berkisar 38-39 °C (kurang lebih 100-103 °F). Banyak orang merasa begitu sakit sehingga mereka tidak dapat bangun dari tempati tidur selama beberapa hari, dengan rasa sakit dan nyeri sekujur tubuh, yang terasa lebih berat pada daerah punggung dan kaki.

     D.   Penularan
Influenza dapat disebarkan dalam tiga cara utama: Melalui penularan langsung (saat orang yang terinfeksi bersin, terdapat lendir hidung yang masuk secara langsung pada mata, hidung, dan mulut dari orang lain); melalui udara (saat seseorang menghirup aerosol (butiran cairan kecil dalam udara) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah), dan melalui penularan tangan-ke-mata, tangan-ke-hidung, atau tangan-ke-mulut, baik dari permukaan yang terkontaminasi atau dari kontak personal langsung seperti bersalaman.

E.    Pencegahan
Vaksinasi terhadap influenza dengan vaksin influenza sering direkomendasikan pada kelompok risiko tinggi, seperti anak-anak dan lansia, atau pada penderita  asma,  diabetes, penyakit jantung, atau orang-orang yang mengalami gangguan imun.

F.    Pengobatan
Orang yang menderita flu disarankan untuk banyak beristirahat, meminum banyak cairan, menghindari penggunaan alkohol dan rokok, dan apabila diperlukan, mengonsumsi obat seperti asetaminofen (parasetamol) untuk meredakan gejala demam dan nyeri otot yang berhubungan dengan flu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar